Tuesday, October 29, 2019

Hubungan Manusia dan Keadilan

HUBUNGAN MANUSIA DAN KEADILAN
Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, yang sama hak dan kewajibannyatanpa membedakan sukuketurunandan agama.
Menurut W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidakberat sebelahsepatutnya tidak sewenang-wenang dan tidak memihak.
Ada beberapa pembagian keadilan menurut Aristoteles yaitu sebagai berikut.
1. Keadilan Komutatif adalah perlakuan terhadap seseorang yang tidak melihat jasa-jasa yang dilakukannya.
2. Keadilan Distributif adalah perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dibuatnya.
3. Keadilan Kodrat Alam adalah memberi sesuatu sesuai dengan yang diberikan orang lain kepada kita.
4. Keadilan Konvensional adalah seseorang yang telah menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah diwajibkan.
5. Keadilan Menurut Teori Perbaikan adalah seseorang yang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar.
Selain ituada juga beberapa pembagian keadilan menurut Plato yaitu sebagai berikut.
1. Keadilan Moral, yaitu suatu perbuatan dapat dikatakan adil secara moral apabila telah mampu memberikan perilaku yang seimbang antara hak dan kewajibannya.
2. Keadilan Proseduralyaitu apabila seseorang telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yang telah diterapkan.
Thomas Hobbes menjelaskan suatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan dengan perjanjian yang disepakatiKemudian Notonegoro menambahkan keadilan legalitas atau keadilan hukum yaitu suatu keadilan dikatakan adil jika sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukumdan banyak gerakan sosial dan politis diseluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapibanyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilankarena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelasKeadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Keadilan bisa juga diartikan sebagai pengakuan atas perbuatan yang seimbangpengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki hak yang sama dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.  Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupanMenurut Aristoteleskeadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknyahal-hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki ciri antara lain; tidak memihakseimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas.

Dalam kehidupansetiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknyamelakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalu dibenturkan oleh berbagai  permasalahan dan kendala yang dihadapinya.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur, atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukanKecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakahtamakrakusiri hatimatrealistis serta sulit untuk membedakan antarahitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain:
1. Faktor ekonomi.
Setiap manusia berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan
Sikap dan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “sistem kebudayaan” meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiap individu.
3. Teknis
Untuk mempertahankan keadilankita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lainDengan kata lain kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santunsulit membedakan mana yang benar dan salah.

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa keadilan adalah suatu tindakan manusia yang dilandasi oleh kebenaran dan kebenaran itu diperjuangkan oleh manusia tersebut dan keadilan adalah sebagai titik tengah kebenaran yang dilandasi oleh nilai kebaikanKeadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolakbelakang dan berseberanganDalam maknanya, keadilan memberikan kebenaranketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.
Kehidupan manusia tanpa keadilan adalah rupa terburuk yang dapat disaksikan di lembaran sejarah umat manusia. Jika itu terjadi kesengsaraan yang ada di berbagai masyarakat yang beragam muncul karena kezaliman dan ketidakadilan.

SUMBER