Friday, October 4, 2019

Hubungan Manusia dan Kebudayaan

HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Manusia memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dalam beberapa segi. Misalnya, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem (ilmukimia). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (ilmubiologi). Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmusosiologi) dan lain sebagainya.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
Manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang sangat erat dan sangat penting sehingga hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan. Ada beberapa kedudukan terhadap kebudayaan yang dimiliki manusia, diantaranya:
·      Penganut Kebudayaan,
·      Pembawa Kebudayaan,
·      Manipulator Kebudayaan,
·      Pencipta Kebudayaan.
Kebudayaan manusia menciptakan suatu keindahan yang disebut dengan seni. Kesenian atau seni sangat dibutuhkan oleh manusia agar kehidupan yang dijalani manusia akan lebih indah. Manusia dan keindahan memang tidak bisa dipisahkan,oleh karena itu diperlukan adanya pelestarian bentuk keindahan yang dituangkandalam berbagai bentuk kesenian yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaan yang dapat dibanggakan. 
Berikut ini adalah contoh-contoh hubungan antara manusia dan kebudayaan, yakni:
1.     Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh dari poin ini adalah misalnya adat-istiadat melamar di Suku Sunda dan Suku Minangkabau. Di Minangkabau biasanya yang melamar adalah pihak perempuan, sedangkan Di Sunda yang melamar adalah pihak laki-laki.
2.     Perbedaan lifestyle di kota dan di desa
Anak kota biasanya bersikap lebih terbuka dan berani menunjukkan atau menonjolkan diri didepan teman-temannya, berbeda dengan anak desa yang lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai atau sense of value.
3.     Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Lapisan-lapisan sosial yang kita kenal banyak dijumpai dikalangan masyarakat. Ada lapisan sosial tinggi, menengah, dan rendah. Misalnya etiket, cara berpakaian, bahasa sehari-hari, dan cara mengisi waktu luang. Masing-masing kelas memiliki kebudayaan yang jelas berbeda dan menghasilkan kepribadian yang tersendiri pada setiap individu.
4.     Kebudayaan khusus atas dasar agama
Berbagai masalah yang timbul di dalam satu agama bisa melahirkan kepribadian yang berbeda-beda disetiap umatnya.
5.     Kebudayaan berdasarkan profesi
Kepribadian individu yang berbeda dengan profesi individu lain sangat berbeda, misalnya seorang dokter dengan pengacara. Itu semua berpengaruh pada suasanakekeluargaan dan cara mereka bergaul. Selain itu misalnya seorang militer yang mempunyai kepribadian yang erat hubungan dengan tugas-tugasnya.

KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapatdisimpulkan bahwa manusiaberhubungan erat dengan kebudayaan yang ada pada lingkungan sekitarnya. Karena kebudayaan tersebut merupakan cara beradaptasi untuk mengatur hubungan antarmanusia sebagai wadah masyarakat menuju taraf hidup tertentu. Kebudayaan berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang sehingga mengharuskan manusia untuk mengikuti norma-norma yang ada pada budaya tersebut. Dengan demikian, budaya patokan cara hidup manusia ditempat dia berada. Selain itu dalam kebudayaan mengajarkan tentang keimanan.

SUMBER


No comments:

Post a Comment